Yusuf Mansur
https://id.wikipedia.org/wiki/Yusuf_Mansur
Yusuf Mansur atau Jam’an Nurkhatib
Mansur(lahir di Jakarta, 19
Desember 1976;
) adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus
pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh,
cikarang Tangerang dan pengajian Wisata Hati.
Terlahir dengan nama Jam’an Nurkhatib Mansur.[2]Ia
lahir dari keluarga Betawi berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan
Humrifíah dan sangat dimanja orang tuanya.[3] Sejak
kecil, ia anak yang cerdas, sehingga tampak kecerdasannya itu dari cara
menangkap pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan
Lima, Tambora Jakarta
Barat. (Didirikan oleh Uyutnya, K.H.
Muhammad Mansur yang dikenal dengan panggilan, Guru Mansur, yang
belakangan dikelola oleh Uwanya, K.H. Ahmadi Muhammad. Yusuf Mansur
memanggilnya, Ayah Mamat).
Pendidikan[sunting | sunting sumber]
Sejak usia 9 tahun, kelas 4 MI (Madrasah Ibtidaiyah), ia sering tampil di atas
mimbar untuk berpidato pada acara Ihtifal Madrasah yang
diselenggarakan setiap tahun menjelang Ramadhan. Tamat MI , kemudian
melanjutkan ke MTs (Madrasah Tsanawiyah) Chairiyah Mansuriyah,
yaitu lembaga pendidikan yang dikelola oleh keluarganya; KH. Achmadi Muhammad.
Dan Yusuf Mansur, adalah siswa paling muda usianya dibandingkan dengan teman-temannya
yang lain. Karena di Usia, 14 tahun, ia lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah,
pada tahun 1988/1989, sebagai siswa terbaik. Dari MTs. Chairiyah Mansuriyah,
kemudian ia melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol sebagai
lulusan terbaik. Lulusan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta
Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Syari'ah
di IAIN Syarif HidayatullahJakarta. Hal ini
tertuang dalam pengantar bukunya "Lukmanul Hakim Mencari Tuhan yang
Hilang" yang diungkap oleh Prof. Dr. H. Amin Suma, MA., M.H. Namun,
berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.
Ketawadhuan Yusuf Mansur[sunting | sunting sumber]
Kendati sudah menjadi tokoh nasional yang cukup dikenal oleh
masyarakat Indonesia, Yusuf Mansur tetap tawadhu dan ta'zhim terhadap
guru-gurunya. Baik guru-guru Ibtidaiyah maupun guru-guru Tsanawiyah. Hal ini
tampak terlihat dari caranya yang selalu mencium tangan mereka, saat bertemu.
Dan acap kali ia menyempatkan diri untuk mampir di Madrasah tempat ia
dibesarkan oleh guru-gurunya. Di antara guru-gurunya yang masih mengajar sampai
saat ini antara lain:
- Hasan Luthfy Attamimy, M.A., (sekarang Kepala MTs. Chairiyah Mansuriyah),
- H.M. Naksabandi, S.Ag.,
- Drs. Pramonohadi, Subagyo, S.Pd.,
- Drs. H.M. Basuni, Abdun Najih, S.Pd.,
- Halimatus Sa'diah, S,Pd.,
- Drs. Syamsudin, M.Pd.,dan sebagiannya sudah wafat.
Pada tahun 1996, Ia terjun di bisnis informatika, sayang bisnisnya malah
menyebabkan ia terlilit hutang dan membuatnya masuk rumah tahanan selama 2
bulan, dan hal serupa kembali terulang pada tahun 1998. Saat di penjara itulah,
ia menemukan hikmah tentang sedekah. Selepas dari penjara, ia mencoba memulai
usaha dari nol lagi dengan berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat
kesabaran dan keikhlasan sedekah pula akhirnya bisnisnya mulai berkembang dari
semula berjualan dengan termos, lalu gerobak sampai kemudian memiliki pegawai.
Hidup Yusuf Mansyur mulai berubah saat ia berkenalan dengan seorang polisi yang
memperkenalkannya dengan LSM. Selama bekerja di LSM itulah, ia membuat buku
Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh
pengalamannya sewaktu di penjara saat
rindu dengan orang tua.
Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.
Yusuf Mansur sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan
untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu
menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah kehidupan
nyata. Gaya bicaranya yang simpel dan apa adanya saat berdakwah membuat isi
ceramah mudah dicerna dan digemari masyarakat. Ia sekarang tengah menggeluti
bisnis network yaitu VSI (Veretra Sentosa Internasional).
Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an[sunting | sunting sumber]
Yusuf Mansur juga menggagas berdirinya Program Pembibitan
Penghafal Al Quran (PPPA) yang mencetak penghafal Qur’an melalui pendidikan
gratis bagi para dhuafa yang ada di Pondok Pesantren Daarul Qur’an Bulak
Santri, Alamat: Jl. Ketapang Poncol, Ketapang, Cipondoh, Kota
Tangerang, Banten. Dana dari program ini diambil dari sedekah jamaah
Wisata Hati.
Karya Tulis dan lainnya[sunting | sunting sumber]
- Buku Mencari Tuhan Yang Hilang
- Sinetron Religi Maha Kasih
- Film dan Sinetron Kun Fayakuun
Suami/istri
|
Siti Maemunah
|
Anak
|
wirda salamah ulya
Qumii Rahmatul Qulmul. |
Orang tua
|
Abdurrahman Mimbar (Ayah)
Humrifíah (Ibu) |
http://bisnishebatid.blogspot.com/2013/07/biografi-ustad-yusuf-mansur.html
Gaya khas betawinya yang kocak dan isi ceramahnya yang agak
ekstrem apalagi kalau menyangkut sedekah adalah sajian berbeda bagi penikmat
siraman rohani televisi di Indonesia. Ustadz yang telah mempelopori ilmu
sedekah ini, berpendapat bahwa sedekah adalah amalan ajaib yang akan memberi
solusi bagi setiap masalah yang dihadapi manusia. Menurut ustadz yusuf Mansur
sebagian besar masalah yang dihadapi manusia seperti terlilit hutang, ingin
dapat jodoh, sulit dapat kerja, ingin punya anak dan lain sebagainya dapat
ditebus atau dibayar dengan sedekah. Artinya dengan melakukan amalan sedekah
yang ajaib ini, maka semua masalah dapat dicarikan solusinya. Bahkan beberapa
pernyataan fenomenal dari ustadz Yusuf Mansur diantaranya : Sedekah tidak harus
ikhlas, Sedekah tidak harus tunggu kaya dan Sedekah jor-joran atau
besar-besaran, kini sudah begitu familiar di tengah masyarakat kita.
Ustadz Yusuf Mansur dikenal sebagai pimpinan Pondok
Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan
pengajian Wisata Hati. Ustadz
kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai
menjadi ustadz terkenal seperti sekarang. Berikut biografi dan kisah hidup
Yusuf Mansur dari masa lalu beliau.
Biografi
Ustadz Yusuf Mansur lahir di Jakarta pada tanggal 19 Desember 1976 dari pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah. Beliau berasal dari keluarga Betawi yang berkecukupan, dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor. Kini, ustadz yusuf Mansur telah menikah dengan Siti Maemunah dan telah dianugerahi empat orang anak. Bahkan anak yang keempat lahir pada tanggal 17 Agustus selisih beberapa jam dengan cucu pertama Presiden SBY.
Masa Kelam
Dibalik kesuksesannya sebagai ustadz yang terkenal, pendiri Pondok pesantren daarul quran dan pimpinan pengajian wisata hati, Ustadz Yusuf Mansur menyimpan masa-masa kelam di masa lalunya. Beliau pernah merasakan dinginnya "hotel" Prodeo selama dua bulan yaitu tahun 1996 dikarenakan terlilit utang setelah mengalami kebangkrutan bisnis yang ditekuninya di bidang informatika. Pada tahun 1998, beliau kembali masuk bui dikarenakan cara hidup yang salah. Namun, justru di penjara inilah beliau mendapat hikmah yang sangat besar yaitu ilmu sedekah.
Kisah Sukses
Setelah mengalami masa kelam keluar masuk penjara, ustadz yusuf Mansur mulai bangkit kembali. Beliau memulai bisnisnya dengan berjualan es di sekitar terminal kalideres. Dari ketekunan, keuletan serta ilmu sedekah yang diyakininya, bisnis ustadz yusuf Mansur terus berkembang, dari yang awalnya menggunakan termos beralih ke gerobak dan mempunyai banyak anak buah.
Awal sukses perjalanan karier ustadz yusuf Mansur dimulai dari perkenalannya dengan sebuah LSM. Selama di LSM itulah ustadz yusuf Mansur meluncurkan buku pertamanya yaitu wisata hati mencari tuhan yang hilang. Tanpa diduga, buku pertamanya itu, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Berawal dari buku tersebut, ustadz yusuf Mansur kebanjiran order bedah buku dan sebagai penceramah agama. Di tengah ceramahnya, ustadz yusuf Mansur selalu menyisipkan ilmu sedekah yang disertai dengan berbagai keajaiban dan kisah nyata.
Selanjutnya karier Ustadz Yusuf Mansur makin mengkilap setelah bertemu dengan yusuf Ibrahim seorang produser dari label PT Virgo Ramayana Record yang menggandengnya menggarap kaset tausiah Kun Fayakun, The Power of Giving dan Keluarga. Kemudian bersama wisata hati dan sinemaArt, Ustadz yusuf Mansur juga meluncurkan Kasih Hati yang menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan berdasarkan kisah nyata. Kemudian bersama Zaskia Medca, Agus Kuncoro dan Dessy Ratnasari, ustadz yusuf menggarap film berjudul Kun fayakun yang merupakan proyek dari kegiatan roadshow selama januari-april 2008.
Melalui yayasan wisata hati yang dibentuknya, beliau juga menyediakan layanan sms kun fayakun untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Ustadz yusuf Mansur juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al-quran (PPPA), sebuah program yang menyiapkan calon-calon penghafal Al-Qur'an dan juga menjadi ladang sedekah bagi keluarga besar wisata hati.
Subhanallah, Ustadz Yusuf Mansur benar-benar from zero to hero. Layak menjadi salah satu tokoh perubahan. Semua beliau capai dengan mempraktekkan sendiri ilmu sedekah yang selalu ia sampaikan dalam tiap kali ceramah.
Ustadz Yusuf Mansur lahir di Jakarta pada tanggal 19 Desember 1976 dari pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah. Beliau berasal dari keluarga Betawi yang berkecukupan, dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor. Kini, ustadz yusuf Mansur telah menikah dengan Siti Maemunah dan telah dianugerahi empat orang anak. Bahkan anak yang keempat lahir pada tanggal 17 Agustus selisih beberapa jam dengan cucu pertama Presiden SBY.
Masa Kelam
Dibalik kesuksesannya sebagai ustadz yang terkenal, pendiri Pondok pesantren daarul quran dan pimpinan pengajian wisata hati, Ustadz Yusuf Mansur menyimpan masa-masa kelam di masa lalunya. Beliau pernah merasakan dinginnya "hotel" Prodeo selama dua bulan yaitu tahun 1996 dikarenakan terlilit utang setelah mengalami kebangkrutan bisnis yang ditekuninya di bidang informatika. Pada tahun 1998, beliau kembali masuk bui dikarenakan cara hidup yang salah. Namun, justru di penjara inilah beliau mendapat hikmah yang sangat besar yaitu ilmu sedekah.
Kisah Sukses
Setelah mengalami masa kelam keluar masuk penjara, ustadz yusuf Mansur mulai bangkit kembali. Beliau memulai bisnisnya dengan berjualan es di sekitar terminal kalideres. Dari ketekunan, keuletan serta ilmu sedekah yang diyakininya, bisnis ustadz yusuf Mansur terus berkembang, dari yang awalnya menggunakan termos beralih ke gerobak dan mempunyai banyak anak buah.
Awal sukses perjalanan karier ustadz yusuf Mansur dimulai dari perkenalannya dengan sebuah LSM. Selama di LSM itulah ustadz yusuf Mansur meluncurkan buku pertamanya yaitu wisata hati mencari tuhan yang hilang. Tanpa diduga, buku pertamanya itu, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Berawal dari buku tersebut, ustadz yusuf Mansur kebanjiran order bedah buku dan sebagai penceramah agama. Di tengah ceramahnya, ustadz yusuf Mansur selalu menyisipkan ilmu sedekah yang disertai dengan berbagai keajaiban dan kisah nyata.
Selanjutnya karier Ustadz Yusuf Mansur makin mengkilap setelah bertemu dengan yusuf Ibrahim seorang produser dari label PT Virgo Ramayana Record yang menggandengnya menggarap kaset tausiah Kun Fayakun, The Power of Giving dan Keluarga. Kemudian bersama wisata hati dan sinemaArt, Ustadz yusuf Mansur juga meluncurkan Kasih Hati yang menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan berdasarkan kisah nyata. Kemudian bersama Zaskia Medca, Agus Kuncoro dan Dessy Ratnasari, ustadz yusuf menggarap film berjudul Kun fayakun yang merupakan proyek dari kegiatan roadshow selama januari-april 2008.
Melalui yayasan wisata hati yang dibentuknya, beliau juga menyediakan layanan sms kun fayakun untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Ustadz yusuf Mansur juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al-quran (PPPA), sebuah program yang menyiapkan calon-calon penghafal Al-Qur'an dan juga menjadi ladang sedekah bagi keluarga besar wisata hati.
Subhanallah, Ustadz Yusuf Mansur benar-benar from zero to hero. Layak menjadi salah satu tokoh perubahan. Semua beliau capai dengan mempraktekkan sendiri ilmu sedekah yang selalu ia sampaikan dalam tiap kali ceramah.
Biodata
Nama Populer : Ust. Yusuf Mansur
Nama Lengkap : Jam’an Nurkhatib Mansur
Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta, 19 Desember 1976
Anak ke : 1 dari 5 bersaudara
Nama Ayah : Abdurrahman Mimbar
Nama Ibu : Humrifah
Nama Istri : Maimunah
Jumlah Anak : 4 anak ( 2 perempuan, 2 laki-laki )
Alamat Rumah : Kampung Ketapang no.35 Rt 001 Rw 03 Kel Ketapang, Kec Cipondoh Kab Tangerang, Banten
Pekerjaan : Pendiri Wisatahati Corporation & CEO Daarul Quran
Pendidikan : S 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fak Hukum
Karya:
- Kun Fa Yakuun (Film dan Sinetron)
- Mahakasih (Sinetron)
- Mencari Tuhan Yang Hilang (Buku)
- Membumikan Rahmat Allah
- The Miracle of Giving
- Kado Ingat Mati
- Kaya Lewat Jalan Tol
- Allah Maha Pelindung
- Allah Maha Pemurah
- Kado Panjang UMUR
JANGAN KLIK DI SINI
Nama Populer : Ust. Yusuf Mansur
Nama Lengkap : Jam’an Nurkhatib Mansur
Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta, 19 Desember 1976
Anak ke : 1 dari 5 bersaudara
Nama Ayah : Abdurrahman Mimbar
Nama Ibu : Humrifah
Nama Istri : Maimunah
Jumlah Anak : 4 anak ( 2 perempuan, 2 laki-laki )
Alamat Rumah : Kampung Ketapang no.35 Rt 001 Rw 03 Kel Ketapang, Kec Cipondoh Kab Tangerang, Banten
Pekerjaan : Pendiri Wisatahati Corporation & CEO Daarul Quran
Pendidikan : S 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fak Hukum
Karya:
- Kun Fa Yakuun (Film dan Sinetron)
- Mahakasih (Sinetron)
- Mencari Tuhan Yang Hilang (Buku)
- Membumikan Rahmat Allah
- The Miracle of Giving
- Kado Ingat Mati
- Kaya Lewat Jalan Tol
- Allah Maha Pelindung
- Allah Maha Pemurah
- Kado Panjang UMUR
JANGAN KLIK DI SINI